SANGATTA. Kurangnya tenaga guru di
Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sangatta
Dusun Rantau, Bemban, Sangatta Utara,
dibenarkan Dinas Pendidikan (Disdik)
Kutim. Hanya saja Disdik mengaku
kesulitan memenuhi kuota tersebut. Sebab,
untuk dapat menjadi guru SLB harus
memiliki keterampilan dan pendidikan
khusus.
"Bukannya kami (Disdik, Red.) tidak
mengusahakan mencari gurunya, tapi
memang untuk SLB tidak bisa
sembarangan. Hanya mereka yang
memang memiliki pendidikan khusus yang
bisa menjadi guru di SLB," kata Kadisdik
Kutim Iman Hidayat, beberapa hari lalu.
Dikatakan, khusus untuk SLB jumlah kuota
guru yang dibutuhkan memang lebih
banyak dibandingkan sekolah umum.
Pasalnya, di SLB setiap siswa harus
didampingi satu orang guru pendamping.
Itulah sebabnya, jumlah guru SLB di Kutim
hingga saat ini masih kurang.
"Setiap tahun jika ada penerimaan CPNS
(Calon Pegawai Negeri Sipil) selalu kami
(Disdik Kutim, Red.) upayakan untuk
mencari guru SLB. Tapi karena jumlah
kuotanya harus berbagi dengan guru
lainnya, jadi kami penuhi secara bertahap.
Kemungkinan tahun ini akan kami
prioritaskan," jelasnya.
Disinggung terkait infrastruktur dan
fasilitas sekolah, Iman mengakui, juga
akan dilengkapi secara bertahap. Sehingga
hal itu dapat memperlancar kegiatan belajar
mengajar siswa di sekolah tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, SLB Negeri
Sangatta, ternyata masih kekurangan 13
guru pengajar. Sehingga pihak sekolah
pun, kewalahan mengatasi siswa yang
sebagian besar merupakan anak
berkebutuhan khusus (ABK). Selain itu,
tenaga yang ada juga terpaksa harus
merangkap mengajar pada bidang mata
pelajaran tertentu, termasuk kepala SLB.
Dari 13 posisi guru yang masih kurang
tersebut yakni, guru tuna netra 1 orang,
tuna rungu 3 orang, tuna grahita, dan autis
5 orang. Kemudian untuk guru tuna daksa
1 orang, guru olahraga 1 orang, dan guru
untuk seni musik 1 orang, serta guru untuk
mengajar seni lukis juga 1 orang.
Sementara saat ini di SLB tersebut baru
memiliki 12 guru yang merupakan 2 guru
berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS)
termasuk Kepala Sekolah, 4 guru tenaga
honor, 1 tata usaha, dan 4 guru relawan
yang berasal dari orang tua murid sendiri.
Jumlah siswa SLB saat ini sebanyak 53
orang. Jumlah itu terdiri dari 2 tuna netra,
31 tuna grahita, 12 tuna rungu, 2 tuna
daksa, serta 2 autis. (jn/agi)
Informasi kota Sangatta adalah media informasi kota yang menghadirkan berita yang relevan didukung oleh staff yang berimbang, Kami mengharapkan kerjasama dalam peliputan,karena kami sadar tak akan bisa tercipta berita bila hanya bersumber dari diri sendiri. Bila anda memiliki informasi,berita,iklan yang layak untuk kami publikasikan,hubungi kami melalui akun twitter kami di @info_sangatta, setiap PRESS dan KARYAWAN memilki kartu pengenal.WASPADA PENIPUAN.
info sangatta
Selasa, 12 Februari 2013
Disdik Akui Kesulitan Cari Guru SLB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
saya guru SLB S1 upi, APAKAH ADA LOWONGAN UNTUK SAYA
BalasHapus