SAMARINDA. Polisi masih menyelidiki kasus kebakaran ruko di Perumahan Korpri Jl Jakarta Blok BP No
1, Kelurahan Loa Bakung, Sungai
Kunjang, yang mengakibatkan tiga nyawa
melayang sekaligus. Ketiga korban yakni
pasangan suami istri (pasutri) H Andi
Musu (67) dan Hj Siti (56) serta seorang
pembantu bernama Noor (26).
"Kasusnya masih kami selidiki. Kami
coba memastikan penyebabnya," ujar
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief
Prapto S, melalui Kapolsekta Sungai
Kunjang AKP M Hatta, kemarin.
Namun dari hasil penyelidikan dan olah
Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi
memiliki dugaan, kebakaran disebabkan
korsleting listrik. "Dugaan sementara,
kebakaran itu terjadi karena ada
hubungan pendek arus listrik," tandas
Hatta.
Menurut saksi, mereka hanya tahu api
sudah berkobar. Sebenarnya warga
berusaha masuk ruko dan menolong
memadamkan api. Namun usaha warga
terhambat, karena dikejutkan suara
ledakan beberapa kali.
Diyakini suara ledakan berasal dari
tabung gas yang memang dijual di toko
sembako milik Hj Andi Musu tersebut.
"Dugaan kami, kosleting listrik
menimbulkan percikan api dan
menyambar tabung gas di lantai bawah
ruko. Api langsung membesar," beber
Hatta.
Diyakini, saat itu H Andi Musu dan Hj Siti
serta Noor berusaha menyelamatkan diri.
Karena panik, H Andi Musu dan Hj Siti
berusaha keluar melalui pintu di lantai
bawah. Di situlah mereka terjebak di
kobaran api dan akhirnya meregang
nyawa bersama. Sementara Noor juga
mengalami nasib serupa, tewas saat akan
mencari pintu keluar.
"Informasi yang kami dapat, warga
beberapa kali memang mendengar suara
ledakan yang diyakini dari letusan tabung
gas. Karena takut terkena ledakan,
makanya niatan mendobrak pintu sempat
diurungkan, sambil menunggu pemadam
kebakaran tiba," beber Hatta.
Ditambahkan Hatta, sejauh ini pihaknya
sudah memeriksa lima orang warga
untuk keperluan penyidikan. "Kami juga
akan berkoordinasi dengan Satreskrim
Polresta Samarinda. Jika memang perlu,
tidak menutup kemungkinan akan
berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium
Forensik (Labfor) Polri Cabang
Surabaya," pungkas Hatta. (rin/ica)
Informasi kota Sangatta adalah media informasi kota yang menghadirkan berita yang relevan didukung oleh staff yang berimbang, Kami mengharapkan kerjasama dalam peliputan,karena kami sadar tak akan bisa tercipta berita bila hanya bersumber dari diri sendiri. Bila anda memiliki informasi,berita,iklan yang layak untuk kami publikasikan,hubungi kami melalui akun twitter kami di @info_sangatta, setiap PRESS dan KARYAWAN memilki kartu pengenal.WASPADA PENIPUAN.
info sangatta
Selasa, 18 Desember 2012
Korsleting, Api Sambar Tabung Gas
Warga Gelar Doa Bersama
Musibah kebakaran ruko dan
menewaskan pemiliknya, H Andi Musu
dan Hj Siti serta seorang pembantunya
bernama Noor, membuat warga
Perumahan Korpri Jl Jakarta Blok BP No
1, Kelurahan Loa Bakung, Sungai
Kunjang, prihatin. Mereka menggelar doa
bersama agar musibah tersebut tak
terulang lagi.
“Warga bersama-sama memasak sejak
siang dan malam ini (tadi malam, Red)
menggelar doa bersama. Doa ini untuk
korban dan tolak bala, sehingga
pemukiman warga sekitar jauh dari
musibah,” jelas Ibu Dewi, tetangga
korban.
Warga antusias memasak berbagai
macam makanan, di antaranya bubur
merah dan bubur putih. “Peristiwa ini
menjadi pelajaran buat kami, agar lebih
hati-hati dan waspada. Terutama
penggunaan listrik dan kompor gas.
Keduanya keduanya merupakan faktor
utama penyebab kebakaran,” katanya.
Sisa ruko berlantai dua tersebut kini
menjadi tontonan warga. Rata-rata
berusaha mencari tahu penyebab
kebakaran dan mengapa penghuninya
bisa tewas terpanggang.
Erwin, tetangga korban menuturkan,
warga tak menyangka jika H Andi Musu
dan Hj Siti menjadi korban. Pasalnya
saat kejadian, mobil korban tak terlihat
dan hanya pembantu saja yang ada.
“Waktu kejadian tersebut, warga sibuk
menolong pembantu, karena tidak ada
yang tahu jika mereka ada di rumah.
Ketika pintu berhasil dibuka, baru terlihat
kalau mereka ada di tangga,” terang
Erwin.
Erwin juga mengatakan, sekitar pukul
10.00 Wita, warga bergotong royong
memindahkan tabung gas di depan ruko
tersebut, ke rumah anak korban yang
berada di Blok CI Jl Jakarta.
“Warga takut tabung gas tersebut
meledak. Makanya diamankan dan
dibawa ke rumah anak korban,” tuturnya.
Erwin menyebut, kemungkinan H Andi
Musu dan Hj Siti panik saat hendak
menyelamatkan diri. "Sepengetahunya
saya, biasanya Pak Haji meletakkan
kuncinya di depan meja ruko. Mungkin,
karena panik dan di dekat pintu terdapat
tumpukan tabung gas, membuat H Andi
Musu dan istrinya tak bisa keluar dan
terjebak di ruko," ungkapnya. (rm-2/ica)
Kamis, 13 Desember 2012
3 Rumah Ludes Terbakar
SANGATTA. 3 rumah yang dihuni 6
kepala keluarga di Jl Permai Dalam RT
20 Desa Sangatta Utara, Rabu (12/12)
dinihari ludes terbakar. Keenam korban
tersebut yakni Sindar, Doni, Rusdi, Jamal,
Narsril dan Sutra. Tidak ada korban jiwa
dalam kejadian tersebut. Namun, salah
seorang penghuninya yakni Sindar
mengalami luka bakar di bagian tangan
kanan. Korban langsung dibawa ke
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Sangatta untuk mendapat perawatan.
Kapolres Kutim AKBP Budi Santosa
didampingi Kasubag Humas AKP I Ketut
Cakri pada wartawan membenarkan
peristiwa tersebut. "Tidak ada korban
jiwa. Hanya satu warga saja yang sempat
kena luka bakar di bagian tangan.
Namun sudah di rawat di RSUD
Sangatta," ungkap Budi.
Disebutkan, berdasarkan keterangan
saksi-saksi diketahui api pertama kali
muncul di disalah satu rumah yang
ditempati oleh Rusdi dan Nasril dari
bagian sebelah kanan rumah. "Sebanyak
7 unit pemadam dikerahkan ke lokasi
untuk memadamkan api," lanjutnya.
Budi menambahkan, berdasarkan hasil
olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)
sementara diduga penyebab kebakaran
dikarenakan hubungan arus pendek
listrik.