info sangatta

info sangatta

Rabu, 23 Januari 2013

Kadisnaker Dipukul Warga Transmigrasi Terkait Penahanan Sertifikat Milik Warga

SANGATTA. Warga transmigrasi Satuan
Pemukiman (SP) 7, Tepian Baru, Bengalon
yang berjumlah sekitar 90 orang termasuk
anak dan istri mereka, kemarin menduduki
kantor Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Dinakertrans) Kutim, di Bukit
Pelangi, Sangatta. Mereka menuntut agar
Kadisnaker Fauzi Abdullah, segera
membagikan  sertifikat tanah mereka, yang
telah dikeluarkan Badan Pertanahan
Nasional Kutim, untuk lahan perkebunan
mereka.
"Kami akan tinggal di sini (Kantor
Disnaker,Red), sampai sertifikat kami
dibagikan. Kalau tidak, kami tidak akan
kembali ke lokasi. Karena itu kami datang
bersama dengan anak dan istri kami
disini," jelas S Ilham, yang mengaku
sebagai koordinator mereka.
Ilham mengaku heran dengan penahanan
sertifikat asli milik mereka dan hanya
dinerikan foto copi saja. Namun, diakui ini
ada indikasi jika masalah penahanan
sertifikat ini terkait dengan keberadaan PT
Anugrah Energi Tama yang ingin
menjadilakn lahan mereka sebagai lahan
plasma. Padahal, pihaknya tidak mau
lahan tersebut dijadikan lahan plasma
perusahaan. "Plasma itu kan lahan milik
perkebunan, yang 20 persen harus
dikeluarkan untuk plasma. Tapi ini, lahan
sertifikat, untuk usaha kami malah digarap
perusahan secara sepihak untuk plasma.
Jelas kami tidak mau. Kami mau dikasih
plasma, tapi lahan milik  perusahan, bukan
lahan sertifikat milik kami," jelas Ilham.
Disebutkan, permasalahn ini sudah lama.
Ini sudah mencuat sejak tahun lalu,
namun tidak pernah ada penyelesaian.
Karena tidak ada penyelesaian, perusahan
berani menggarap lahan tersebut, dan
telah ditanami sawit.
"Yang kami heran, tidak logis kebun inti
perusahan di Gunung Kudung, tapi kebun
plasma di lokasi transmigrasi yang
jaraknya sangat jauh. Apalagi, itu bukan
lahan perusahan. Karena itu, kami minta
masalah ini segera dituntaskan. Kami tidak
akan kembali ke rumah kalau masalah ini
tidak selesai. Penahanan sertifikat ini
merupakan pemaksaan bagi kami,"
katanya.
Sementara, awal jalannya demo kemarin
cukup panas. Menurut salah seorang saksi
salah satu
anggota Satpol PP yang tak mau
disebutkan namanya, Kadis Nakertrans,
Fauzi saat masuk kantor sempat diadang
para warga. Bahkan sempat dipukul,
kendati hanya menggunakan karton.
Mendapat serangan massa, Fauzi pun
kabur entah kemana. Hal sama diakui
seorang pejabat Dinasnakertrans yang juga
tak mau disebutkan namanya. Pejabat
tersebut mengaku melihat ketegangan
bahkan pemukulan kadis. Namun, pejabat
tersebut menyatakan tidak ikut campur
dengan masalah tersebut, sebab dia tidak
tahu masalahnya.
"Saya hanya heran, mengapa sertifikat milik
warga ditahan. Ada apa. Ini kan jadi
masalah," katanya.
Terkait dengan masalah ini, saat mau
dikonfirmasi wartawan, ternyata Fauzi tak
berada di kantornya. Begitu juga saat
dihubungi via telepon genggam, ternyata
juga mati.(jn/agi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar